Akhirnya laporan membaca buku selesai juga.Thanks buat Isna, pandanya APAINI karena udah minjamin buku yang keren banget. Judul bukunya "Anak Ilalang". Sedih dan sangat memotivasi. Love banget sama bukunya. dan sekali lagi makasih buat Isna dan Pak Masrani.
CORETAN DERIVAT AIR MATA
Jika akhlak itu selalu salah pada
tempatnya, maka aku pun tahu..
Hanya pada engkau saja semua maaf
bermuara, yang selalu mengalirkan napas-napas penyesalan hingga berujung pada
keridhoan.
Aku tahu alangkah lucunya bila
aku mengatakan aku adalah bidadari, padahal ujung kaki bidadari saja jauh
lebih baik dan lebih indah daripada semua yang telah kulakukan dalam kalkulasi
amalanku..
Ringan,, ringan sekali ya Alloh,
sampai aku harus sadar dan jujur pada hati sendiri "apa yang baik pada dirmu???”
lucu sekali berandai seperti Ainul Mardiyah.
Robbku yang selalu ada ketika aku
butuh, butuh bernapas, butuh makan, butuh tersenyum, butuh iman,.. apa yang
bisa kukatakan detik ini pada lautan harapanku?
Jika dosa-dosa bagai gunung yang
siap memuntahkan laharnya.. menyambar jiwa-jiwa yang kerontang akan kesabaran
beri aku cahaya, agar aku tak salah melangkah. Selalu paham akan retorika dan
realita berkhayal masa yang akan membuatmu bahagia.
Saat senyuman terindah sebagai
penghapus masa.. Mata yang penuh debu ini kembali jernih. Jernih terbasuh
dengan ampunanMu yang Maha dahsyat..
Robb. Beri aku jawaban, Agar bisa
adil pada semuanya.. Seperti tauladan yang mulia.. Adil ketika bahagia, adil
ketika berduka, dan adil ketika berbicara.
Adil. Ya Robb, adil pada
keluargaku yang selalu merindukan sesuatu yang terbaik dariku. Adil pada Ibu
yang selalu menunututku untuk mebuka aurat. Adil pada dakwahku.. agar semua bisa kujembatani, bisa kurangkul, bias kuberi sebingkis coklat surga, Adil pada para
sahabatku. Agar mereka tidak ada yang terluka. Sungguh manis rasanya, ketika air
mata mereka harus tumpah dan berdarah. Hanya karena kehilangan keutuhan dalam
ukhuwah.
Robb, Ketika aku bicara.. tidak
ada pendengar baik selain Engkau, Sayang terima kasih.. hamdalah sudah selalu
ada untukku. Sudah menitpkan hidayah pada hatiku, hingga aku kuat pada cobaan
Lalu mengapa aku harus menolak cintaMu? Yang selalu menanti air mata taubatku,
yang selalu merinduka langkah-langkahku menuju majelis ilmu, menuju rumah
dakwah yang dipenuhi ribuan tombak, jutaan duri, bahkan semua jebakan disetiap
jejak
Robb, Ketika aku salah, Maka aku
ingin, salah ini baik. Agar Engaku tahu.. betapa dhoifnya aku mengalahkan
nafsu.. Dan itu tandanya, Kau harus menjagaku.. agar aku tak terpleset.. Agar
aku tak tumbang hilang ditelan topannya sejarah.. Ketika aku diberi sakit ini,
Maka ajarilah sabar agar ia bias
menghapus semua dosaku yang hina Ketika aku ditimpa cobaan, Bahkan yang membuat
diri hampir terdampar dalam kenistaan,
Maka pada siapa aku bertopeng?
Dalam derai-derai kasihan..
Selalu dan selalu sibuk, Kau
menyelamatkanku..
Aku butuh.. butuh sekali pundak
yang kuat.. agar aku mampu melewati semua ini..
Robbku.. Sayangku. .Kasihanilah
aku.. beri pertolonganMu aku papah, kuatilah.. aku lemah.. hiks.. tolonglah..
Patahkan kakiku,, dari menempuh
jalan kemaksiatan
Lumpuhkanlah tungkaiku.. agar aku
lemah dalam keburukan
Remukkanlah tulang-tulangku, agar
tak ada kekuatan lagi untuk mempersubur musuh dalam diri
Tulika saja telingaku, dari
pendengaran yang Kau murkai,,
Dan butakanllah mata ini jika ia
masih saja tak tahu diri.. memancing kemaksiatan, dosa, bahkan murka..
Hapuslah,, dalam keridhoanMu,,
Untuk menikmati sakaratul maut,
khusnul khotimah
“Hai jiwa yang tenag. Kembalilah
kepada tuhnMu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam
jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku” (QS. Al-Fajr; 27-30)
Sungguh aku ingin pulang. Agar
aku segera bisa berjumpa denganMu… terimalah muhasabah air mata ini, ya Robb!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar