Pages

02/01/15

CORETAN DERIVAT AIR MATA

Akhirnya laporan membaca buku selesai juga.Thanks buat Isna, pandanya APAINI karena udah minjamin buku yang keren banget. Judul bukunya "Anak Ilalang". Sedih dan sangat memotivasi. Love banget sama bukunya. dan sekali lagi makasih buat Isna dan Pak Masrani.

CORETAN DERIVAT AIR MATA

Jika akhlak itu selalu salah pada tempatnya, maka aku pun tahu..

Hanya pada engkau saja semua maaf bermuara, yang selalu mengalirkan napas-napas penyesalan hingga berujung pada keridhoan.

Aku tahu alangkah lucunya bila aku mengatakan aku adalah bidadari, padahal ujung kaki bidadari saja jauh lebih baik dan lebih indah daripada semua yang telah kulakukan dalam kalkulasi amalanku..

Ringan,, ringan sekali ya Alloh, sampai aku harus sadar dan jujur pada hati sendiri "apa yang baik pada dirmu???” lucu sekali berandai seperti Ainul Mardiyah.

Robbku yang selalu ada ketika aku butuh, butuh bernapas, butuh makan, butuh tersenyum, butuh iman,.. apa yang bisa kukatakan detik ini pada lautan harapanku?

Jika dosa-dosa bagai gunung yang siap memuntahkan laharnya.. menyambar jiwa-jiwa yang kerontang akan kesabaran beri aku cahaya, agar aku tak salah melangkah. Selalu paham akan retorika dan realita berkhayal masa yang akan membuatmu bahagia.

Saat senyuman terindah sebagai penghapus masa.. Mata yang penuh debu ini kembali jernih. Jernih terbasuh dengan ampunanMu yang Maha dahsyat..

Robb. Beri aku jawaban, Agar bisa adil pada semuanya.. Seperti tauladan yang mulia.. Adil ketika bahagia, adil ketika berduka, dan adil ketika berbicara.

Adil. Ya Robb, adil pada keluargaku yang selalu merindukan sesuatu yang terbaik dariku. Adil pada Ibu yang selalu menunututku untuk mebuka aurat. Adil pada dakwahku.. agar semua bisa kujembatani, bisa kurangkul, bias kuberi sebingkis coklat surga, Adil pada para sahabatku. Agar mereka tidak ada yang terluka. Sungguh manis rasanya, ketika air mata mereka harus tumpah dan berdarah. Hanya karena kehilangan keutuhan dalam ukhuwah.

Robb, Ketika aku bicara.. tidak ada pendengar baik selain Engkau, Sayang terima kasih.. hamdalah sudah selalu ada untukku. Sudah menitpkan hidayah pada hatiku, hingga aku kuat pada cobaan Lalu mengapa aku harus menolak cintaMu? Yang selalu menanti air mata taubatku, yang selalu merinduka langkah-langkahku menuju majelis ilmu, menuju rumah dakwah yang dipenuhi ribuan tombak, jutaan duri, bahkan semua jebakan disetiap jejak

Robb, Ketika aku salah, Maka aku ingin, salah ini baik. Agar Engaku tahu.. betapa dhoifnya aku mengalahkan nafsu.. Dan itu tandanya, Kau harus menjagaku.. agar aku tak terpleset.. Agar aku tak tumbang hilang ditelan topannya sejarah.. Ketika aku diberi sakit ini,

Maka ajarilah sabar agar ia bias menghapus semua dosaku yang hina Ketika aku ditimpa cobaan, Bahkan yang membuat diri hampir terdampar dalam kenistaan,

Maka pada siapa aku bertopeng? Dalam derai-derai kasihan..

Selalu dan selalu sibuk, Kau menyelamatkanku..

Aku butuh.. butuh sekali pundak yang kuat.. agar aku mampu melewati semua ini..

Robbku.. Sayangku. .Kasihanilah aku.. beri pertolonganMu aku papah, kuatilah.. aku lemah.. hiks.. tolonglah..

Patahkan kakiku,, dari menempuh jalan kemaksiatan

Lumpuhkanlah tungkaiku.. agar aku lemah dalam keburukan

Remukkanlah tulang-tulangku, agar tak ada kekuatan lagi untuk mempersubur musuh dalam diri

Tulika saja telingaku, dari pendengaran yang Kau murkai,,

Dan butakanllah mata ini jika ia masih saja tak tahu diri.. memancing kemaksiatan, dosa, bahkan murka..

Hapuslah,, dalam keridhoanMu,,

Untuk menikmati sakaratul maut, khusnul khotimah

“Hai jiwa yang tenag. Kembalilah kepada tuhnMu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku” (QS. Al-Fajr; 27-30)

Sungguh aku ingin pulang. Agar aku segera bisa berjumpa denganMu… terimalah muhasabah air mata ini, ya Robb!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar